Kamis, 03 September 2009

Kartika Affandi

Di bidang seni lukis, sejak jaman berdirinya persatuan Ahli Gambar Indonesia (PERSAGI tahun 1938), kita mengenal nama Emiria Sunasa; kemudian jauh sesudah itu sekitar tahun 1960-1970 muncul nama-nama seperti: Ruliyati, Kustijah, Sriyani Hudionoto, Marjati AffandiUmi Dachlan, Kartika dan banyak lagi lainnya yang lebih muda.

Dari deretan nama-nama yang tidak banyak itu, yang sering terdengar melakukan perjalanan keluar negeri untuk keperluan pameran ataupun belajar ilmu yang berkaitan dengan seni lukis memang Kartikalah orangnya.

Kartika mulai belajar melukis sejak tahun 1958 dari ayahnya, Affandi namun dengan demikian melukis secara sungguh-sungguh baru dimulainya dengan Sapto Hudoyo di karunia 8 orang anak putra-putri. Setelah muncul kesadarannya bahwa fungsi seorang wanita itu tidak hanya untuk menjadi seorang ibu yang terus menerus melahirkan anak, namun banyak lagi yang dapat dilahirkan; seperti ilmu pengetahuan atau karya-karya kesenian dan lain sebagainya.

Ia belajar melukis pada ayahnya, maestro lukis Affandi, namun dengan demikian melukis secara sungguh-sungguh baru dimulainya dengan Sapto Hudoyo. Tahun 1957 untuk pertama kalinya pameran bersamadengan pelukis wanita di Yogyakarta, ditahun 1958 pameran bersama keliling Negara-negara sosialis.

Pada tahun 1964, ia mengikuti pameran bersama di Museum Modern of Art, Rio De Janeiro, Brazil. Di tahun 1967, membantu Affandi membuat lukisan dinding (Fresco) di East West Center University of Hawaii, USA. Di tahun 1977, ia menjadi kurator pada museum Affandi hingga sekarang,.

Tahun 1969, ia menggelar pameran tunggal pertama di Jakarta dan dilanjutkan setiap tahun berpameran dikota-kota besar di Indonesia. Tahun 1970 pameran bersama di Thailand dan negeri Belanda. Tahun 1971, berpameran di Samat Art Gallery, Kuala Lumpur, Malaysia, Malay Art Gallery, Singapura. Tahun 1972 berpameran di Palazzo delle Esposizioni, Roma. Pada tahun 1973, Mengikuti pameran di Palais de Beaux-Arts Bruselles, Belgia dan Benrahter Orangerie, Dusseldorf, Jerman. Tahun 1974, ia berkeliling Indonesia bagian Timur dan Thailand bagian Utara untuk melukis. Tahun 1975, berpameran di FIAP Gallery, Paris, Lily Bone Gallery Nancy Festival, Perancis dan National Art Gallery, Algeria. Pada tahun 1978, berpameran di Credit Central Bank, Brussel, Belgia. Di tahun 1979, berpameran di Pinakota Art Gallery, Melbourne, Australia. Tahun 1980, berpameran di Gameente Massloujs Museum Netherland, Volkenkundig Museum Geradus, Gronigen dan Westpries Museum, Netherland. Tahun 1981, berpameran di Heimat Museum, Floritzdorf, Austria. Di tahun 1982, berpameran di K. Gamming Vienna International Center, Austria dan tahun 1983 berpameran di Mistelbach Gallery, Vienna Intenational Center.

Selama pendidikan di Austria tahun 1980-1983, ia melakukan kuliah kerja, pada restorasi Fresco pada Akademi seni Rupa di Vienna, restorasi Fresco pada bangunan-bangunan bersejarah di Viena, Austria dan restorasi Fresco pada Gereja di Unter Marketlor Austria. Pada tahun 1984, ia berpameran di Roma, Italia dan pada bulan Desember 1984, ia menikah lagi dengan Gerhard Koberl dari Austria.

(Bienalle XI – Jakarta 1998, Pameran Seni Lukis Indonesia)

0 komentar:

Posting Komentar