Kamis, 12 November 2009

tugas kkpi 3

SOAL

1. Apakah keunggulan layanan internet?
2. Bagaimana langkah-langkah melakukan pengaturan form?
3. Sebutkan kegunaan internet sebagai komunikasi interaktif!
4. Bagaimana cara membuat report?
5. Bagaimana cara pemasangan modem internal?
6. Bagaimana cara setting dial up do windows 98?
7. Jelaskan cara membuka file data base!
8. Bagaimana cara memilih data atau record pada jendela data sheet?
9. Bagaimana cara memulai akses ke internet pada windows 98?
10. Sebutkan software web yang dapat di gunakan!

JAWABAN

1. *Komunikasi murah
*Sumber informasi besar
*Tantangan baru untuk berusaha
*Keterbukaan“ tanpa sensor“
*Jangkauan yang tidak terbatas
2. *Buka form data
*Buatlah Header form dengan mengklik icon desain veiw pada menu veiw
*Drag bar antar form Header dan Detail sehingga membentuk satu baris kosong
*Isikan kata“ PENERIMAAN SISWA BARU 2004“
*Untuk mengisi Form Header klik
Kemudian klik daerah Form Header dan
Ketikkan kata-kata diatas
Untuk mengedit letak label klik 2 x label geser letak
Label keposisi yang Anda Inginkan
* Pada field Jml_nilai masukan rumus penjumlahan semua nilai dengan mengklik 2 x field Jml_nilai sebelah kanan
* Edit Control Source dengan memasukan rumus klik akan muncul jendela Expression Builder




* Masukan rumus yang kita rencanakan
* Untuk menuliskan rumus cukup dengan mengklik 2 x nama field yang berada di form contohnya field PPKn simbol matematika yang kita gunakan tinggal klik yg ada pada bagian bawah ruang rumus.
*Setelah selesai klik OK kemudian klik close pada pojok kanan atas Text Box
*Buat Rumus jumlah nilai kali bobot setiap mata pelajaran dengan mengkilk 2 x field Jml_x_bbt

* Langkahnya sama dengan cara memasukan rumus pada Jml_nilai
Masukan rumus pada jendela Expression Builder
* Langkahnya sama dengan cara memasukan rumus pada Jml_nilai
Masukan rumus pada jendela Expression Builder
3. * Email
* Dukungan Pelanggan dengan WWW
* Video Conferencing
* Internet Relay Chat
* Internet Phone
4. FSGDJ
5. a. Matikan komputer, cabut kabel power-supply nya, dan buka casing komputernya.
b. Sekarang pilih slot kosong untuk modem tersebut. Pada umumnya modem menggunakan slot 8-bit dan 16-bit yang dapat dipasang pada slot ISA. Sedangkan untuk modem model terbaru menggunakan slot 64-bit dan dapat dipasangkan pada slot PCI (kecuali untuk modem jenis terbaru yaitu AMR - Audio Modem Riser yang menggunakan slot khusus).
c. Lepaskan besi penutup slot yang ada di belakang komputer. Jika menggunakan baut gunakan obeng yang sesuai dan simpan baut tersebut.
d. Keluarkan modem dari dalam bungkusannya dengan hati-hati. Pasangkan modem ke dalam slot yang tersedia serta pastikan telah terpasang dengan baik.
e. Pada bagian belakang modem terdapat plat besi yang menutupi lubang yang pada langkah ke 3 kita buka, kecangkan dengan baut yang tersisa.
f. Sekarang sambungkan kabel telepon kalian ke modem, dari terminal telepon ke "line" pada modem, lalu jika ingin kalian dapat menghubungkan ke telepon melalui konektor yang ada di sebelahnya yang bertuliskan "phone".
g. Lalu sambungkan kembali semua kabel pada komputer dan nyalakan komputer. Mungkin lebih baiknya untuk sementara biarkan saja dulu casing komputer tetap terbuka sampai kalian berhasil menjalankan modem dengan baik, sebab kemungkinan kita harus melepas kembali modem tersebut.
Jika hal tersebut diatas sudah dilaksanakan, dilanjutkan dengan meng-install driver beserta softwarenya.
6. Klik tombol "Start" pada kiri bawah desktop window anda
Selanjutnya pilih menu "Program" > "Accessories" > "Communications" > "Dial-Up Networking"
Kemudian tampak sebuah screen dengan title "Dial-Up Networking"
Klik icon "Make New connection
Maka akan muncul window seperti gambar di bawah.
Untuk tahap pertama isi "nama koneksi" dan pilih "jenis modem" yang telah terinstal
Tahap selanjutnya, isi kode area dan nomor dial ISP
Selanjutnyaklik"Next"
Akan tampil sebuah screen yang menandakan berakhirnya proses, klik "Finish"
Selanjutnya adalah melakukan sedikit konfigurasi pada Dial-Up. Klik kanan pada Dial-Up yang telah dibuat kemudian pilih "Properties"
Pilih beberapa option yang telah tersedia:
- Enable software compression
- TCP/IP
7. a. Pilih File -> Open dari Menu Bar
b. Klik tombol Open yang ada pada bagian toolbars pada database
c. Tekan tombol Shorcut Key , Ctrl + O
8.
Pilihan Perintah
Sebuah sel Klik pada posisi sel tersebut
Beberapa sel Drag drop pointer pada sisi kiri sel terbut sampai melintasi beberapa sel yang ingin Anda pilih
Sebuah Kolom Klik pada pisisi selektor Kolom
Beberapa Kolom Drag drop Pointer pada posisi selektor Kolom
Sebuah record Klik pada pisisi selektor baris
Beberapa record Drag drop Pointer pada posisi celektor baris
Semua Record • Klik tombol select all pada selector baris
• Pilih perintah select All Record dari menu Edit
• Tekan kombinasi tombol Ctrl + A

9. a. Klik Start, Programs, Acessories, Communications, Dial-Up Networking
b. Klik dua kali pada shortcut TELKOMNet yang telah dibuat pada pembahasan diatas.
c. Isi Username dan Password pada halaman dialog box.
Username : telkomnet@instan
Password : telkom
a. Terhubung ke internet dengan klik Connect

Kemudian akan muncul Status Dial ke Telkomnet Instan:

b. Status Dialing
c. Status Verifikasi Username dan Password
d. Status Connected yang akan muncul pada System Tray
Untuk memulai Akes ke internet (Telkomnet Instan) pada Windows XP lakukan langkah berikut ini
e. Klik Start, All Programs, Acessories, Communication, Network Connections, Dial-Up
f. Klik dua kali pada shortcut TELKOMNet yang telah dibuat pada pembahasan diatas.
g. Isi Username dan Password pada halaman dialog box.
Username : telkomnet@instan
Password : telkom
h. Terhubung ke internet dengan klik Dial
Kemudian akan muncul Status Dial ke Telkomnet Instan:

i. Status Dialing
j. Status Verifikasi Username dan Password
k. Status Connected yang akan muncul pada System Tray

Untuk memutuskan Akes ke internet dapat dilakukan dengan klik kanan pada icon yang muncul pada system tray, kemudian pilih Disconnect atau klik ganda (double click) lalu pilih tombol disconnect


Selanjutnya klik tombol TCP/IP Settings



Gambar 12. Pengaturan DNS ISP
Kemudian pilih option "Specify name server addresses"
Dan isi:
Primary DNS : 202.134.0.155
Secondary DNS : 202.134.2.5
Pilih option :
"Use IP header compression"
"Use default gateway on remote netwoking"
Lalu, klik tombol "OK"
Ciptakan Shortcut untuk mempermudah penggunaan dengan cara klik kanan pada DialUp Networking lalu pilih "Create Shortcut"

10. Internet Explorer
Netscape Navigator
Mozilla
Opera

Kamis, 05 November 2009

tugas kkpi ke 2

SOAL

1.Bagaimana cara memindahkan insertion point?
2.Bagaimana cara menutup program ms.access?
3.Apa yang disebut dengan hyperlink ,Auto number?jelaskan!
4.bagaimana cara mengatur form,jelaskan!
5.Bagaimana cara menentukan primary key?
6.Apa fungsi dari modulator demodulator?
7.Bagaimana cAra membuka jendeladata sheet dari table?
8.Jelaskan langkah – lamngkah penginstalasian modem pada windo sp!
9.Apa yang disebut dengan title window menu dan link!
10.Bagaimana cara menghapus file cookies?

JAWABAN :

1. Untuk memindahkan Insertion Point atau data Record dalam sebuah data sheet dapat menggunakan pasilitas yang ada diperintah Go To dari menu Edit, Panah atas, panah bawah, Page Up, Page Down atau menggunakan Vertikal scroll Bar. Selain itu Anda dapat juga memindahkan posisi Record Aktif dengan memilih tombol navigasi yang ada pada bagian bawah dari jendela data Sheet sebuah tabel.
2.-kllik file pada menu bar
-tekan tombol kombinasi shorcurt key Alt + F4
-klik icon clese pada title bar dibagian sudut kanan atas dari jendela data base
3. Hyperlink:Gabungan dari tex dan numeric yang disimpan dlm bentuk text .Digunakan untuk menyimpan pointer ke situs web
Auto number:Berisi angka urut yang sudah ditetepken oleh acess yg muncul secara otomatis dan nilainya tidak dapat diubah
4.-buka form daftar
-buat lah header form dengan klik desain view
-drag bar antara form header dan deail sehingga terbentuk satu baris kosong
-isi kata PENERIMAAN SISWA BARU 2004
-untuk mengisi form header klik daerah form header dan ketik kata – kata itu,
-untuk memgedit letak label klik 2x label,geser label keposisi yang diinginkan
5.-pilih dan klik label yang diingnkan
-klik tombol toolbar design
-pillih dan klik nama field yang diingnkan
-pilih dan klik menu edit,primary key atau kliktombol toolbar primary key
6.untuk mengkonversikan data digital ke data analog dari computer pengguna ke computer server melaui jalur telefon dan sebaliknya
7. Edit Control Source dengan memasukan rumus klik akan muncul jendela Expression Builder
8. . Masukan rumus yang kita rencanakan
9.-title windo adalah baris judul alamat internet yang terbuka dan selklalu diikuti nama program internet explorer
-menu adalah baris yang berisi perintah - perintah untuk pengoperasian internet exsplorer
-link adalah baris penghubung kealamat internet secara cepat tanpa mengetik alamatnya ,yang dapat ditambah atau dikurangi
10.-klik menu tools ,pilih atau pilih internet option
-pada tab general klik setting,klik vew fiels
-pilih file cookies yang akan dihapus
-dapat menghapus semua cookie dengan klik delete

kkpi

5.7.1. Soal Teori
1. Cara membuat database baru yang diberikan oleh MS Access secara bertahap yaitu dengan :
B. Blank Access DataBase

2. Langkah-langkah yang benar untuk membuka database baru yang masih kosong pada Microsoft Access adalah….
A. Klik tombol File -> New

3. Untuk membuat data base baru yang masih kosong sehingga Anda dapat menambahkan obyek Tabel, Query, Form, Report pada Ms Access, dapat memilih….
B. open an existing file

4. Dari gambar tampilan MS Access di bawah, yang ditunjuk anak panah adalah….


Menu Bar

5. Langkah untuk menutup file data base adalah….
A. klik icon close yang terletak dibagian kanan atas


6. Pada pembuatan blank database,langkah yang harus dilakukan setelah memilih blank database adalah mengisi….
C. File Name

7. Tipe data yang merupakan gabungan dari Alfabetic dan Numeric adalah….
D.currency

8. Tipe data yang digunakan untuk nilai mata uang adalah ….
E.date/time

9. Yang digunakan untuk menerangkan field name adalah ….

B.Caption

10. Setelah mengisi nama tabel yang kita buat, langkah selanjutnya adalah menekan tombol….

E.Ctr + X
11. Salah satu cara menetukan primary key adalah….
A. Meng klik tanda Primary key yang ada di tool bar

12. Gambar icon properties adalah ….


C.

13. Untuk menghasilkan tampilan dalam bentuk kolom maka pada form wizard dipilih ….

E.Horizontal

14. Untuk mengakhiri perancangan form wizard, klik tombol ….
C.exit

15. Jika ingin langsung menampilkan dan mengisi form yang sudah dirancang, klik tombol ….
D.Display help on working with the form

16. Untuk menampilkan hasil query yang sudah dibuat diklik tombol ….
A.


17. Untuk menyimpan hasil perancangan query, kecuali ….
C.Ctrl + W

18. Untuk mengurutkan data dari kecil ke besar, pilihannya pada Sort adalah ….
D. Ascending

19. Gambar icon untuk menuju ke record terakhir adalah….
A.


20. Untuk membuka tabel yang sudah ada, digunakan perintah ….
E.Open

21. Untuk menghapus field tertentu yang dipilih digunakan tombol….
C. Delete

22. Untuk menambahkan record baru digunakan tombol….

E.Insert Record

23. Layout style yang terdapat dalam form wizard adalah….
A. columnar

24. Pada orientation pilihan yang kita gunakan agar tampilan nantinya berdiri tegak adalah….
C.Portrait

25. Yang dimaksud dengan mendelete data base adalah….
A. menambah data



































5.7.2. Soal Praktek
1. Buka area kerja MS Access dengan Blank Database dan beri nama latihan 1 adalah
Setelah masuk area kerja database pilih blank database, kemudian pada file name diisi latihan 1.

2. Buat table Mahasiswa dengan cara Design view yang berisi field NIM, Nama, Alamat, Nilai UTS, Nilai UAS sbb :


3. Isi tabel tersebut dengan 5 data
NIM Nama Alamat Nilai UTS Nilai UAS
01 Buidi Malang 70 70
02 Rama Medan 80 70
03 Khrisna Pontianak 85 80
04 Sinta Siantar 70 85
05 Delia Makasar 70 70


4. Tambahkan field total adalah sbb :
Pilih table yang akan digunakan yaitu mahasiswa kemudian klik Design dan lalu tambahkan filed total.
5. Isi data total dengan nilai 70 , 73 , 82 , 80 , 70 sbb :


6. Tampilkan data yang namanya Shinta adalah sbb :


7. Tampilkan data yang alamatnya Pontianak adalah sbb :


8. Tampilkan data yang nilai totalnya di atas 73 adalah sbb :


9. Buat form mahasiswa dengan isian field seperti no 2.


10. Bagaimana cara menutup form yang sedang aktif adalah
Tekan tombol close yang ada di pojok kanan atas

Kamis, 29 Oktober 2009

tugas kkpi

SOAL

1. Bagaimana cara membuka Microsoft acces?
2. Bagaiamana cara membuka tabel dalam Microsoft Acces ?
3. Bagaimana cara membuat Queries ?
4. Bagaimana cara menginpu data ? Jelaskan !
5. Sebutka yang termasuk data base !
6. Apa tujuan mempelajari data base ?
7. Apa yang di sebut tabel ?
8. Apa yang di sebut dengan field dan record ?
9. Apa yang di sebut Blank Data Base ?
10. Apa yang di sebut dengan Open end exiting file ?


JAWABAN :

1. -klik star
-pilih all program
- ms.office
-pilih ms.acces 2003
2. a.create table in design view:
b.create table by using wizard
c.create table by entering data
-tampilan awal create table in design view
-klik 2x create table in design view sehingga tampil jendela baru
-masukkan nama field
-tentukan primary key
-klik close
-klik yes,kemudian ok.
3. -klik queries pada bagian object
-klik 2 x create query in design view ,seperti membuat table
-pilih table pd daftar show,kemudian klik add
-klik 2 x pada nama fieldpada table daftar sehungga nama field tersimpanm dlm daftar queries
-pd kolom Jml_nilai masukkan rumus pembobotan setiap mata pelajaran.
- buat rumus untuk nilai x bobot.
-klik close pada sudut kanan atas.
4. -pada jendela data base pilih salah satu nama table yang datanya ingin anda masukkan
-buka jende;la data sheet:
1.tekan tombol icon open pada area kerja,lalu tekan tombol enter
2.klik ganda pada mnama table
3.klik kanan pada nama table ,pilih menu
-setelah menjalankan salah satu perintah tersebut maka akan tampil jendela data sheet dari table yang kosong
-masukkan data record sesuai tatanan yang anda buat pada jendela design view
5. -table,queries,form,pages,macros,modules
6. -melakukan pengoperasian program
-pengolahan basis data
-melakukan input,upde,dan hapus data
7. table adalahkumpulan dari beberapa record dan field
8. -field adalah adribut yang dimiliki oleh suatu table
-record adalah isian data yang dimiliki oleh table
9. blank acces data base adalah digunakan untuk membuat data base baru yang masih kosong dan dapat menambahkan objek table,query ,form,report,dan objeck lain.
10. open end exiting field adalah dipakai untuk membuka file data base yang telah dibuat sebelumnya.

Kamis, 01 Oktober 2009

pelukis terkenal

Reinkarnasi Pelukis Paul Gauguin

gauguin-1

Oleh : dr.Walter Semkiw

From the book : Born Again

Kasus ini adalah reinkarnasi dari salah satu pelukis terkenal yang berasal dari Perancis Paul Gauguin yang berinkarnasi di Belanda pada diri Peter Teekamp. Cerita Peter Teekamp ini dimulai dari masa kecilnya, ketika kata kata “Go-gone, Go-gone” terus terngiang di benaknya. Perlu waktu beberapa puluh tahun sebelum Peter bisa menghubungkan kata kata ini dengan seniman Paul Gauguin, dan bahkan lebih lama lagi baginya untuk bisa menerima bahwa ia adalah reinkarnasi dari Gauguin. Raut wajah dan kepribadianya juga konsisten. Hal hal yang benar benar menakjubkan adalah analisis sketsa sketsa menunjukkan bahwa Peter Teekamp dalam usia yang lebih muda,tanpa sadar telah mereka ulang perkembangan artistik Gauguin.

Peter Teekamp lahir di Belanda tahun 1950, 47 tahun setelah kematian Gauguin. Ketika berusia 10 tahun, dua suku kata terus muncul dalam benaknya “Go-gone, Go-gone” , Peter kecil tidak menghubungkan pengertian apapun dari kata kata ini sampai ia berumur 15 tahun, ia mulai bertanya apa arti kata ini. Ia bahkan menanyakan pada guru sekolahnya arti kata tersebut, tetapi gurunya tidak mengerti arti kata go-gone tersebut. Peter tidak menyadari bahwa kata Go-gone itu adalah pelafalan fonetik dari Gauguin.

gauguin-2Ketika beranjak remaja, Peter mulai melukis. Yang mengesankan adalah lukisan awal awal Peter menyerupai sketsa sketsa yang dikerjakan oleh Gauguin hampir seratus tahun sebelumnya, meskipun Peter tidak memiliki pengetahuan mengenai sketsa sketsa Gauguin ketika ia melukis. Pada kenyataannya Peter Teekamp tidak mengenal banyak sketsa sketsa Gauguin seperti diatas, sampai pada tahun 2003, ketika Peter berusia 53 tahun. Dengan Lukisan lukisan pensil ini, Peter sebenarnya telah menggali kembali memori memori karya seninya dari sebuah masa kehidupan lampau , masa kehidupan Paul Gauguin. Apa yang menarik adalah Peter tanpa sadar mereka ulang karya Gauguin pada usia yang jauh lebih muda ketimbang ketika Gauguin menghasilkan sketsa sketsa ini. Fenomena ini menunjukkan bagaimana dalam setiap masa kehidupan, kita membangun kembali pencapaian pencapaian dari inkarnasi sebelumnya.

Pada tahun 1972, di usia 22 tahun Peter pindah ke Amerika Serikat kemudian menikah disana dan memiliki 2 anak. Disana ia mengelola toko retail dan mengejar karir sebagai seorang pelukis. Ia ikut dalam pameran pameran seni dan menjual karya karynya. Beberapa kali pula orang orang mendatanginya dengan spontan dan memberitahunya mengenai kehidupan lampaunya. Ada yang mengatakan namanya dulunya adalah Paul, pernah tinggal di Perancis. Peter tidak tahu harus berbuat apa terhadap komentar komentar ini, meski ia bersikap terbuka terhadap reinkarnasi. Akan tetapi sampai awal tahun 70-an dia masih belum memiliki gambaran siapa dia dahulunya dalam kehidupan lampaunya, dan komentar orang mengenai kehidupan lampaunya di Perancis hanya membuatnya merasa lucu dan tidak berarti apa apa.

Segalanya berubah pada tahun 1979, ketika ia berusia 29 tahun. Istrinya, Angela ,mulai mengalami perubahan kepribadian yang drastis, ia menjadi sangat religius. Meskipun Peter pada awalnya menghormati kebutuhan istrinya untuk menjadi lebih spiritual, ia menjadi khawatir gaya hidup istrinya yang penuh pengabdian menjadi berlebihan. Pada suatu hari Angela berkata kepada Peter dengan keyakinan mendalam, “Kamu adalalah reinkarnasi Paul Gauguin”, sebuah pernyataan yang semenjak itu terus diulanginya pada Peter. Desakan istrinya tersebut membuat Peter merenungkan kata “Go-gone, Go-gone” yang menggema di dalam pikirannya semasa kecil. Ia kemudian melihat potret diri Gauguin memiliki karakteristik wajah yang serupa dengannya. Belakangan ia menemukan bahwa Gauguin suka menaruh wajah wajah di latar belakang lukisannya, kadang mencolok, kadang tersembunyi, sebuah praktik yang juga dikembangkan Peter secara spontan. Akan tetapi, masih saja terlalu aneh baginya untuk menerima bahwa ia mungkin adalah Gauguin.

Sampai pada akhirnya ketika ia berumur 30 tahun, Peter mencoba untuk melakukan Past Life Regression . Ia berhasil mengakses memori memori di sebuah masa kehidupan yang mana dahulunya ia memang seorang pelukis. Pengalaman regresi tersebut begitu kuat dan membuatnya semakin sungguh sungguh mempelajari Gauguin. Apa yang ditemukannya tidaklah ia sukai. Pertama tama, Peter tidak menyukai gaya melukis Gauguin, yang ia anggap “terlalu kartun, primitif dan tidak rampung.” Di masa kehidupan ini Peter telah mengembangkan sebuah gaya yang lebih realistis. Dalam lukisan lukisannya Peter menunjukkan gaya yang lebih berkembang dari lukisan Gauguin.gauguin3

Dalam kehidupannya saat ini Peter Teekamp memiliki banyak sinkronisitas dengan kehidupan lampaunya sebagai Paul Gauguin. Banyak peristiwa peristiwa dalam kehidupannya yang menyerupai peristiwa yang dialami Gauguin. Seperti kisah Gauguin yang mencoba bunuh diri akibat depresi, juga dialami Peter ketika ia mengalami beberapa musibah di usia 39 tahun. Keduanya sama sama mencoba untuk bunuh diri meskipun gagal. Juga banyak pola pola yang berulang mengenai hubungan dan konflik yang sama. Gauguin dan Teekamp keduanya sama sama menjalani kehidupan yang stabil pada awalnya, dimana mereka bekerja dalam bisnis konvensional dan menikmati keberhasilan finansial, tetapi mereka berdua meninggalkan keamanan untuk mengejar impian sebagai seniman.

Peter Teekamp berpisah dengan Angela kemudian ia berhubungan dekat dengan Michelle Moshay, seorang penjual kolom iklan yang bekerja di surat kabar lokal di California. Michele ini kemudian diketahui sebagai reinkarnasi dari Mette Gauguin, istri Gauguin di kehidupan lampau. Dalam buku mengenai Gauguin yang pernah dibeli Michelle, Peter melihat gambar di halaman yangmenunjukkan foto Mete Gauguin dan secara spontan ia berseru kepada Michelle, “Lihat, ini kamu” Peter melihat kemiripan istri Gauguin dengan Michelle. Mereka berdua kemudian mencoba menelusuri kehidupan Gauguin dan melihat banyak sekali kemiripan dalam kehidupan mereka yang sekarang.mettePeter Teekamp kemudian mencoba mereka ulang lukisan lukisan Gauguin dan disini memang terlihat banyak sekali kemiripan dengan lukisan aslinya.

gauguin4gauguin-5gauguin-6Dari kisah ini kita bisa melihat bahwa kita semua memiliki modus operandi yang membentuk karakter kita, baik yang positif maupun yang kurang baik, dan cara cara ini tetap konsisten dari kehidupan demi kehidupan. Cara cara respon yang kurang baik bisa membawa kita ke dalam masalah, dan diharapkan selama satu masa kehidupan, kita bisa memodifikasi sifat sifat ini menjadi manfaat bagi kita. Sebuah janji besar dalam memahami reinkarnasi adalah begitu kita mengetahui sebuah kehidupan lampau dan kita bisa mempelajari pola pola kepribadian kita dari waktu sebelumnya, kita bisa tumbuh lebih berkesadaran dan lebih efektif dalam inkarnasi kita yang sekarang.

Dalam kisah reinkarnasi ini banyak terjadi sinkronisitas, dan bakat melukis dari Gauguin tetap terbawa pada Teekamp. Ini agak berbeda dengan kisah reinkarnasi dari pelukis potret Carrol Beckwith pada diri komandan Polisi Robert Snow, dimana bakat tersebut mulai menghilang. Ini adalah peristiwa reinkarnasi yang jarang terjadi, tetapi Robert Snow dalam regresinya, di kehidupan lampau ia pernah juga menjadi seorang polisi Perancis di kehidupan sebelum ia menjadi Caroll Beckwith. Disini ada kesamaan, jadi memang memungkinkan seseorang hidup dengan profesi dan bakat yang berbeda beda dalam setiap masa kehidupan, dimana bakat itu kelihatan menonjol di satu masa kehidupan dan berkurang di kehidupan berikutnya untuk memperoleh pengalaman/pelajaran yang berbeda di kehidupan berikutnya.

LUKISAN KUNO

Saat-saat ini adalah masa jenuh saya yang kedua. Pada masa jenuh yang pertama beberapa tahun lalu saya menjual sebagian besar koleksi jam antik saya dan saat itu rasanya sudah malas untuk melanjutkan hunting dan kumpulin jam antik lagi. Tapi ternyata saya hanya jenuh saja dan begitu tahu koleksi saya banyak yang sudah hengkang rasanya agak menyesal juga...

Untuk masa jenuh yang kedua ini saya tidak lagi menjual jam-jam antik saya tapi saya taruh saja di koper dan tidak saya lihat lagi (untuk sementara). Untungnya ada 'pengalih perhatian' dari hobby utama yaitu mencari dan mengumpulkan barang pecah belah antik (lihat posting sebelumnya) dan yang paling gres adalah lukisan!

Pada dasarnya saya mengemari lukisan sejak kuliah dulu, ini karena teman tetangga saya di yogya adalah pelukis lulusan ISI Yogya. Kegemaran akan lukisan mulai lagi sejak bulan lalu saat berkunjung ke tempat pengumpul barang antik di Bogor. Saat itu saya lihat ada beberapa lukisan kecil yang menurut saya menarik karena goresan pada canvas sangat ekspresif. Dari cerita si pemilik lukisan, seniman yang melukis lukisan itu dulunya pernah dirawat di Rumah sakit jiwa karena itu banyak orang yang mengatakan (mungkin berseloroh) bahwa si pelukis ini adalah Van Gogh-nya Indonesia (aya-aya wae...) .

Sudah banyak hasil karyanya yang dibeli oleh para pengemar lukisan dari Bali dan luar negeri. Dalam katalog lelang Sidharta beberapa karyanya juga sering dipajang dan dilelang. Kebisaannya dalam melukis adalah otodidak dan goresannya dalam melukis sangat ekspresif. Dia lebih sering melukis dengan cara menggores dan bukan mengoles dengan mata kuas karena itu goresannya sangat terasa ekspresif. Nama pelukisnya Somad, karena dulu tinggal disebelah pabrik es makanya sering disebut dan dipanggil Mades. Lukisan dibawah adalah salah satu contoh karyanya dalam ukuran 30X40cm, berupa lukisan anak-anak sedang bermain.


Dibawah ini adalah karya teman saya di Yogya, Petro. Semula lukisan ini tidak mau dijual karena memiliki nlai sentimentil tinggi. Lukisan ini dibuat saat ulang tahun pelukis terkenal Alm. H.Widayat di Magelang. Saat itu banyak pelukis yang diundang ke rumah beliau untuk melukis bersama. Setiap pelukis diberi kanvas besar sekalia dengan cat minyaknya yang berkualitas tinggi. Saat itu Petro berinisiatif untuk meminta sang tuan rumah Alm H. Widayat untk ikut serta menggoreskan kuasnya disisi kiri dan dan sisi kanan Petro meminta kepada Kartika Affandi (putri maestro Alm.Affandi) untuk juga menggoreskan kuasnya. Setelah mereka berdua selesai baru Petro menggabungkan keduanya dengan goresannya sendiri. Judul lukisan ini 'About last night' dan berukuran sekitar 1,2X1,4m.


Lukisan buah dibawah ini adalah karya Wardoyo. Alirannya realis dan memang buah jambunya menggiurkan banget. saat saya bawa pulang ke rumah semua berkomentar sama..lukisannya bagus. Ukuran juga cukup besar sekitar 90X100cm.


Lukisan dibawah adalah karya Parsono. Pelukis muda jebolan sanggar Jatiwangi. Sekarang Parsono lagi demen melukis suasana panen. Pelukis otodidak yang dikembangkan oleh seniman senior Fadoli. Semua lukisannya bersertifikat dan juga sudah masuk balai lelang Sidharta.





Affandi


Affandi Koesoema (Cirebon, Jawa Barat, 1907 - 23 Mei 1990) adalah seorang pelukis yang dikenal sebagai Maestro Seni Lukis Indonesia, mungkin pelukis Indonesia yang paling terkenal di dunia internasional, berkat gaya ekspresionisnya yang khas. Pada tahun 1950-an ia banyak mengadakan pameran tunggal di India, Inggris, Eropa, dan Amerika Serikat. Pelukis yang produktif, Affandi telah melukis lebih dari dua ribu lukisan.




Biografi

Affandi dilahirkan di Cirebon pada tahun 1907, putra dari R. Koesoema, seorang mantri ukur di pabrik gula di Ciledug, Cirebon. Dari segi pendidikan, ia termasuk seorang yang memiliki pendidikan formal yang cukup tinggi. Bagi orang-orang segenerasinya, memperoleh pendidikan HIS, MULO, dan selanjutnya tamat dari AMS, termasuk pendidikan yang hanya diperoleh oleh segelintir anak negeri. Namun, bakat seni lukisnya yang sangat kental mengalahkan disiplin ilmu lain dalam kehidupannya, dan memang telah menjadikan namanya tenar sama dengan tokoh atau pemuka bidang lainnya.

Pada umur 26 tahun, pada tahun 1933, Affandi menikah dengan Maryati, gadis kelahiran Bogor. Affandi dan Maryati dikaruniai seorang putri yang nantinya akan mewarisi bakat ayahnya sebagai pelukis, yaitu Kartika Affandi.

Sebelum mulai melukis, Affandi pernah menjadi guru dan pernah juga bekerja sebagai tukang sobek karcis dan pembuat gambar reklame bioskop di salah satu gedung bioskop di Bandung. Pekerjaan ini tidak lama digeluti karena Affandi lebih tertarik pada bidang seni lukis. Sekitar tahun 30-an, Affandi bergabung dalam kelompok Lima Bandung, yaitu kelompok lima pelukis Bandung. Mereka itu adalah Hendra Gunawan, Barli, Sudarso, dan Wahdi serta Affandi yang dipercaya menjabat sebagai pimpinan kelompok. Kelompok ini memiliki andil yang cukup besar dalam perkembangan seni rupa di Indonesia. Kelompok ini berbeda dengan Persatuan Ahli Gambar Indonesia (Persagi) pada tahun 1938, melainkan sebuah kelompok belajar bersama dan kerja sama saling membantu sesama pelukis.

Pada tahun 1943, Affandi mengadakan pameran tunggal pertamanya di Gedung Poetera Djakarta yang saat itu sedang berlangsung pendudukan tentara Jepang di Indonesia. Empat Serangkai--yang terdiri dari Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, Ki Hajar Dewantara, dan Kyai Haji Mas Mansyur--memimpin Seksi Kebudayaan Poetera (Poesat Tenaga Rakyat) untuk ikut ambil bagian. Dalam Seksi Kebudayaan Poetera ini Affandi bertindak sebagai tenaga pelaksana dan S. Soedjojono sebagai penanggung jawab, yang langsung mengadakan hubungan dengan Bung Karno.

Ketika republik ini diproklamasikan 1945, banyak pelukis ambil bagian. Gerbong-gerbong kereta dan tembok-tembok ditulisi antara lain "Merdeka atau mati!". Kata-kata itu diambil dari penutup pidato Bung Karno, Lahirnya Pancasila, 1 Juni 1945. Saat itulah, Affandi mendapat tugas membuat poster. Poster itu idenya dari Bung Karno, gambar orang yang dirantai tapi rantai itu sudah putus. Yang dijadikan model adalah pelukis Dullah. Lalu kata-kata apa yang harus ditulis di poster itu? Kebetulan muncul penyair Chairil Anwar. Soedjojono menanyakan kepada Chairil, maka dengan enteng Chairil ngomong: "Bung, ayo Bung!" Dan selesailah poster bersejarah itu. Sekelompok pelukis siang-malam memperbanyaknya dan dikirim ke daerah-daerah. Dari manakah Chairil memungut kata-kata itu? Ternyata kata-kata itu biasa diucapkan pelacur-pelacur di Jakarta yang menawarkan dagangannya pada zaman itu.

Bakat melukis yang menonjol pada diri Affandi pernah menorehkan cerita menarik dalam kehidupannya. Suatu saat, dia pernah mendapat beasiswa untuk kuliah melukis di Santiniketan, India, suatu akademi yang didirikan oleh Rabindranath Tagore. Ketika telah tiba di India, dia ditolak dengan alasan bahwa dia dipandang sudah tidak memerlukan pendidikan melukis lagi. Akhirnya biaya beasiswa yang telah diterimanya digunakan untuk mengadakan pameran keliling negeri India.

Sepulang dari India, Eropa, pada tahun lima puluhan, Affandi dicalonkan oleh PKI untuk mewakili orang-orang tak berpartai dalam pemilihan Konstituante. Dan terpilihlah dia, seperti Prof. Ir. Saloekoe Poerbodiningrat dsb, untuk mewakili orang-orang tak berpartai. Dalam sidang konstituante, menurut Basuki Resobowo yang teman pelukis juga, biasanya katanya Affandi cuma diam, kadang-kadang tidur. Tapi ketika sidang komisi, Affandi angkat bicara. Dia masuk komisi Perikemanusiaan (mungkin sekarang HAM) yang dipimpin Wikana, teman dekat Affandi juga sejak sebelum revolusi.

Lalu apa topik yang diangkat Affandi? "Kita bicara tentang perikemanusiaan, lalu bagaimana tentang perikebinatangan?" demikianlah dia memulai orasinya. Tentu saja yang mendengar semua tertawa ger-geran. Affandi bukan orang humanis biasa. Pelukis yang suka pakai sarung, juga ketika dipanggil ke istana semasa Suharto masih berkuasa dulu, intuisinya sangat tajam. Meskipun hidup di zaman teknologi yang sering diidentikkan zaman modern itu, dia masih sangat dekat dengan fauna, flora dan alam semesta ini. Ketika Affandi mempersoalkan 'Perikebinatangan' tahun 1955, kesadaran masyarakat terhadap lingkungan hidup masih sangat rendah.

Affandi juga termasuk pimpinan pusat Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat), organisasi kebudayaan terbesar yang dibubarkan oleh rezim Suharto. Dia bagian seni rupa Lembaga Seni Rupa) bersama Basuki Resobowo, Henk Ngantung, dan sebagainya.

Pada tahun enampuluhan, gerakan anti imperialis AS sedang mengagresi Vietnam cukup gencar. Juga anti kebudayaan AS yang disebut sebagai 'kebudayaan imperialis'. Film-film Amerika, diboikot di negeri ini. Waktu itu Affandi mendapat undangan untuk pameran di gedung USIS Jakarta. Dan Affandi pun, pameran di sana.

Ketika sekelompok pelukis Lekra berkumpul, ada yang mempersoalkan. Mengapa Affandi yang pimpinan Lekra kok pameran di tempat perwakilan agresor itu. Menanggapi persoalan ini, ada yang nyeletuk: "Pak Affandi memang pimpinan Lekra, tapi dia tak bisa membedakan antara Lekra dengan Lepra!" kata teman itu dengan kalem. Karuan saja semua tertawa.

Meski sudah melanglangbuana ke berbagai negara, Affandi dikenal sebagai sosok yang sederhana dan suka merendah. Pelukis yang kesukaannya makan nasi dengan tempe bakar ini mempunyai idola yang terbilang tak lazim. Orang-orang lain bila memilih wayang untuk idola, biasanya memilih yang bagus, ganteng, gagah, bijak, seperti; Arjuna, Gatutkaca, Bima atau Werkudara, Kresna.

Namun, Affandi memilih Sokasrana yang wajahnya jelek namun sangat sakti. Tokoh wayang itu menurutnya merupakan perwakilan dari dirinya yang jauh dari wajah yang tampan. Meskipun begitu, Departemen Pariwisata Pos dan Telekomunikasi (Deparpostel) mengabadikan wajahnya dengan menerbitkan prangko baru seri tokoh seni/artis Indonesia. Menurut Helfy Dirix (cucu tertua Affandi) gambar yang digunakan untuk perangko itu adalah lukisan self-portrait Affandi tahun 1974, saat Affandi masih begitu getol dan produktif melukis di museum sekaligus kediamannya di tepi Kali Gajahwong Yogyakarta.

Affandi dan melukis

Semasa hidupnya, ia telah menghasilkan lebih dari 2.000 karya lukis. Karya-karyanya yang dipamerkan ke berbagai negara di dunia, baik di Asia, Eropa, Amerika maupun Australia selalu memukau pecinta seni lukis dunia. Pelukis yang meraih gelar Doktor Honoris Causa dari University of Singapore tahun 1974 ini dalam mengerjakan lukisannya, lebih sering menumpahkan langsung cairan cat dari tube-nya kemudian menyapu cat itu dengan jari-jarinya, bermain dan mengolah warna untuk mengekspresikan apa yang ia lihat dan rasakan tentang sesuatu.

Dalam perjalanannya berkarya, pemegang gelar Doctor Honoris Causa dari University of Singapore tahun 1974, ini dikenal sebagai seorang pelukis yang menganut aliran ekspresionisme atau abstrak. Sehingga seringkali lukisannya sangat sulit dimengerti oleh orang lain terutama oleh orang yang awam tentang dunia seni lukis jika tanpa penjelasannya. Namun bagi pecinta lukisan hal demikianlah yang menambah daya tariknya.

Kesederhanaan cara berpikirnya terlihat saat suatu kali, Affandi merasa bingung sendiri ketika kritisi Barat menanyakan konsep dan teori lukisannya. Oleh para kritisi Barat, lukisan Affandi dianggap memberikan corak baru aliran ekspresionisme. Tapi ketika itu justru Affandi balik bertanya, Aliran apa itu?.

Bahkan hingga saat tuanya, Affandi membutakan diri dengan teori-teori. Bahkan ia dikenal sebagai pelukis yang tidak suka membaca. Baginya, huruf-huruf yang kecil dan renik dianggapnya momok besar.

Bahkan, dalam keseharian, ia sering mengatakan bahwa dirinya adalah pelukis kerbau, julukan yang diakunya karena dia merasa sebagai pelukis bodoh. Mungkin karena kerbau adalah binatang yang dianggap dungu dan bodoh. Sikap sang maestro yang tidak gemar berteori dan lebih suka bekerja secara nyata ini dibuktikan dengan kesungguhan dirinya menjalankan profesi sebagai pelukis yang tidak cuma musiman pameran. Bahkan terhadap bidang yang dipilihnya, dia tidak overacting.

Misalnya jawaban Affandi setiap kali ditanya kenapa dia melukis. Dengan enteng, dia menjawab, Saya melukis karena saya tidak bisa mengarang, saya tidak pandai omong. Bahasa yang saya gunakan adalah bahasa lukisan. Bagi Affandi, melukis adalah bekerja. Dia melukis seperti orang lapar. Sampai pada kesan elitis soal sebutan pelukis, dia hanya ingin disebut sebagai tukang gambar.

Lebih jauh ia berdalih bahwa dirinya tidak cukup punya kepribadian besar untuk disebut seniman, dan ia tidak meletakkan kesenian di atas kepentingan keluarga. Kalau anak saya sakit, saya pun akan berhenti melukis, ucapnya.

Sampai ajal menjemputnya pada Mei 1990, ia tetap menggeluti profesi sebagai pelukis. Kegiatan yang telah menjadi bagian dari hidupnya. Ia dimakamkan tidak jauh dari museum yang didirikannya itu.

Museum Affandi

Kopi dari lukisan diri yang dibuat oleh pelukis Affandi sendiri

Museum yang diresmikan oleh Fuad Hassan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ketika itu dalam sejarahnya telah pernah dikunjungi oleh Mantan Presiden Soeharto dan Mantan Perdana Menteri Malaysia Dr. Mahathir Mohammad pada Juni 1988 kala keduanya masih berkuasa. Museum ini didirikan tahun 1973 di atas tanah yang menjadi tempat tinggalnya.

Saat ini, terdapat sekitar 1.000-an lebih lukisan di Museum Affandi, dan 300-an di antaranya adalah karya Affandi. Lukisan-lukisan Affandi yang dipajang di galeri I adalah karya restropektif yang punya nilai kesejarahan mulai dari awal karirnya hingga selesai, sehingga tidak dijual. Sedangkan galeri II adalah lukisan teman-teman Affandi, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal seperti Basuki Abdullah, Popo Iskandar, Hendra, Rusli, Fajar Sidik, dan lain-lain. Adapun galeri III berisi lukisan-lukisan keluarga Affandi.

Di dalam galeri III yang selesai dibangun tahun 1997, saat ini terpajang lukisan-lukisan terbaru Kartika Affandi yang dibuat pada tahun 1999. Lukisan itu antara lain "Apa yang Harus Kuperbuat" (Januari 99), "Apa Salahku? Mengapa ini Harus Terjadi" (Februari 99), "Tidak Adil" (Juni 99), "Kembali Pada Realita Kehidupan, Semuanya Kuserahkan KepadaNya" (Juli 99), dan lain-lain. Ada pula lukisan Maryati, Rukmini Yusuf, serta Juki Affandi.

Affandi di mata dunia

Affandi memang hanyalah salah satu pelukis besar Indonesia bersama pelukis besar lainnya seperti Raden Saleh, Basuki Abdullah dan lain-lain. Namun karena berbagai kelebihan dan keistimewaan karya-karyanya, para pengagumnya sampai menganugerahinya berbagai sebutan dan julukan membanggakan antara lain seperti julukan Pelukis Ekspressionis Baru Indonesia bahkan julukan Maestro. Adalah Koran International Herald Tribune yang menjulukinya sebagai Pelukis Ekspressionis Baru Indonesia, sementara di Florence, Italia dia telah diberi gelar Grand Maestro.

Berbagai penghargaan dan hadiah bagaikan membanjiri perjalanan hidup dari pria yang hampir seluruh hidupnya tercurah pada dunia seni lukis ini. Di antaranya, pada tahun 1977 ia mendapat Hadiah Perdamaian dari International Dag Hammershjoeld. Bahkan Komite Pusat Diplomatic Academy of Peace PAX MUNDI di Castelo San Marzano, Florence, Italia pun mengangkatnya menjadi anggota Akademi Hak-Hak Azasi Manusia.

Dari dalam negeri sendiri, tidak kalah banyak penghargaan yang telah diterimanya, di antaranya, penghargaan "Bintang Jasa Utama" yang dianugrahkan Pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1978. Dan sejak 1986 ia juga diangkat menjadi Anggota Dewan Penyantun ISI (Institut Seni Indonesia) di Yogyakarta. Bahkan seorang Penyair Angkatan 45 sebesar Chairil Anwar pun pernah menghadiahkannya sebuah sajak yang khusus untuknya yang berjudul "Kepada Pelukis Affandi".

Untuk mendekatkan dan memperkenalkan karya-karyanya kepada para pecinta seni lukis, Affandi sering mengadakan pameran di berbagai tempat. Di negara India, dia telah mengadakan pameran keliling ke berbagai kota. Demikian juga di berbagai negara di Eropa, Amerika serta Australia. Di Eropa, ia telah mengadakan pameran antara lain di London, Amsterdam, Brussels, Paris, dan Roma. Begitu juga di negara-negara benua Amerika seperti di Brasil, Venezia, San Paulo, dan Amerika Serikat. Hal demikian jugalah yang membuat namanya dikenal di berbagai belahan dunia. Bahkan kurator terkenal asal Magelang, Oei Hong Djien, pernah memburu lukisan Affandi sampai ke Rio de Janeiro.


Raden Saleh

Raden Saleh Sjarif Boestaman (Semarang, 1807[1] - Buitenzorg, 23 April 1880) adalah salah seorang pelukis paling terkenal dari Indonesia.


Masa kecil

Ibunya bernama Mas Adjeng Zarip Hoesen, tinggal di daerah Terbaya, dekat Semarang. Sejak usia 10 tahun, ia diserahkan pamannya, Bupati Semarang, kepada orang-orang Belanda atasannya di Batavia. Kegemaran menggambar mulai menonjol sewaktu bersekolah di sekolah rakyat (Volks-School).

Keramahannya bergaul memudahkannya masuk ke lingkungan orang Belanda dan lembaga-lembaga elite Hindia-Belanda. Seorang kenalannya, Prof. Caspar Reinwardt, pendiri Kebun Raya Bogor sekaligus Direktur Pertanian, Kesenian, dan Ilmu Pengetahuan untuk Jawa dan pulau sekitarnya, menilainya pantas mendapat ikatan dinas di departemennya. Kebetulan di instansi itu ada pelukis keturunan Belgia, A.A.J. Payen yang didatangkan dari Belanda untuk membuat lukisan pemandangan di Pulau Jawa untuk hiasan kantor Departemen van Kolonieen di Belanda. Payen tertarik pada bakat Raden Saleh dan berinisiatif memberikan bimbingan.

Payen memang tidak menonjol di kalangan ahli seni lukis di Belanda, namun mantan mahaguru Akademi Senirupa di Doornik, Belanda, ini cukup membantu Raden Saleh mendalami seni lukis Barat dan belajar teknik pembuatannya, misalnya melukis dengan cat minyak. Payen juga mengajak pemuda Saleh dalam perjalanan dinas keliling Jawa mencari model pemandangan untuk lukisan. Ia pun menugaskan Raden Saleh menggambar tipe-tipe orang Indonesia di daerah yang disinggahi.

Terkesan dengan bakat luar biasa anak didiknya, Payen mengusulkan agar Raden Saleh bisa belajar ke Belanda. Usul ini didukung oleh Gubernur Jenderal Van Der Capellen yang memerintah waktu itu (1819-1826), setelah ia melihat karya Raden Saleh.

Tahun 1829, nyaris bersamaan dengan patahnya perlawanan Pangeran Diponegoro oleh Jenderal de Kock, Capellen membiayai Saleh belajar ke Belanda. Namun, keberangkatannya itu menyandang misi lain. Dalam surat seorang pejabat tinggi Belanda untuk Departemen van Kolonieen tertulis, selama perjalanan ke Belanda Raden Saleh bertugas mengajari Inspektur Keuangan Belanda de Linge tentang adat-istiadat dan kebiasaan orang Jawa, Bahasa Jawa, dan Bahasa Melayu. Ini menunjukkan kecakapan lain Raden Saleh.

Belajar ke Eropa

Semasa belajar di Belanda keterampilannya berkembang pesat. Wajar ia dianggap saingan berat sesama pelukis muda Belanda yang sedang belajar. Para pelukis muda itu mulai melukis bunga. Lukisan bunga yang sangat mirip aslinya itu pun diperlihatkan ke Raden Saleh. Terbukti, beberapa kumbang serta kupu-kupu terkecoh untuk hinggap di atasnya. Seketika keluar berbagai kalimat ejekan dan cemooh. Merasa panas dan terhina, diam-diam Raden saleh menyingkir.

Ketakmunculannya selama berhari-hari membuat teman-temannya cemas. Muncul praduga, pelukis Indonesia itu berbuat nekad karena putus asa. Segera mereka ke rumahnya dan pintu rumahnya terkunci dari dalam. Pintu pun dibuka paksa dengan didobrak. Tiba-tiba mereka saling jerit. "Mayat Raden Saleh" terkapar di lantai berlumuran darah. Dalam suasana panik Raden Saleh muncul dari balik pintu lain. "Lukisan kalian hanya mengelabui kumbang dan kupu-kupu, tetapi gambar saya bisa menipu manusia", ujarnya tersenyum. Para pelukis muda Belanda itu pun kemudian pergi.

Itulah salah satu pengalaman menarik Raden Saleh sebagai cermin kemampuannya. Dua tahun pertama ia pakai untuk memperdalam Bahasa Belanda dan belajar teknik mencetak menggunakan batu. Sedangkan soal melukis, selama lima tahun pertama, ia belajar melukis potret dari Cornelius Krussemen dan tema pemandangan dari Andreas Schelfhout karena karya mereka memenuhi selera dan mutu rasa seni orang Belanda saat itu. Krusseman adalah pelukis istana yang kerap menerima pesanan pemerintah Belanda dan keluarga kerajaan.

Raden Saleh makin mantap memilih seni lukis sebagai jalur hidup. Ia mulai dikenal, malah berkesempatan berpameran di Den Haag dan Amsterdam. Melihat lukisan Raden Saleh, masyarakat Belanda terperangah. Mereka tidak menyangka seorang pelukis muda dari Hindia dapat menguasai teknik dan menangkap watak seni lukis Barat.

Saat masa belajar di Belanda usai, Raden Saleh mengajukan permohonan agar boleh tinggal lebih lama untuk belajar "wis-, land-, meet- en werktuigkunde (ilmu pasti, ukur tanah, dan pesawat), selain melukis. Dalam perundingan antara Minister van Kolonieen, Raja Willem I (1772-1843), dan pemerintah Hindia Belanda, ia boleh menangguhkan kepulangan ke Indonesia. Tapi beasiswa dari kas pemerintah Belanda dihentikan.

Saat pemerintahan Raja Willem II (1792-1849) ia mendapat dukungan serupa. Beberapa tahun kemudian ia dikirim ke luar negeri untuk menambah ilmu, misalnya Dresden, Jerman. Di sini ia tinggal selama lima tahun dengan status tamu kehormatan Kerajaan Jerman, dan diteruskan ke Weimar, Jerman (1843). Ia kembali ke Belanda tahun 1844. Selanjutnya ia menjadi pelukis istana kerajaan Belanda.

Wawasan seninya pun makin berkembang seiring kekaguman pada karya tokoh romantisme Ferdinand Victor Eugene Delacroix (1798-1863), pelukis Perancis legendaris. Ia pun terjun ke dunia pelukisan hewan yang dipertemukan dengan sifat agresif manusia. Mulailah pengembaraannya ke banyak tempat, untuk menghayati unsur-unsur dramatika yang ia cari.

Saat di Eropa, ia menjadi saksi mata revolusi Februari 1848 di Paris, yang mau tak mau mempengaruhi dirinya. Dari Perancis ia bersama pelukis Prancis kenamaan, Horace Vernet, ke Aljazair untuk tinggal selama beberapa bulan di tahun 1846. Di kawasan inilah lahir ilham untuk melukis kehidupan satwa di padang pasir. Pengamatannya itu membuahkan sejumlah lukisan perkelahian satwa buas dalam bentuk pigura-pigura besar. Negeri lain yang ia kunjungi: Austria dan Italia. Pengembaraan di Eropa berakhir tahun 1851 ketika ia pulang ke Hindia bersama istrinya, wanita Belanda yang kaya raya.

Kembali ke Hindia

Tak banyak catatan sepulangnya di Hindia. Ia dipercaya menjadi konservator pada "Lembaga Kumpulan Koleksi Benda-benda Seni". Beberapa lukisan potret keluarga keraton dan pemandangan menunjukkan ia tetap berkarya. Yang lain, ia bercerai dengan istri terdahulu lalu menikahi gadis keluarga ningrat keturunan Keraton Solo.

Di Batavia ia tinggal di vila di sekitar Cikini. Gedungnya dibangun sendiri menurut teknik sesuai dengan tugasnya sebagai seorang pelukis. Sebagai tanda cinta terhadap alam dan isinya, ia menyerahkan sebagian dari halamannya yang sangat luas pada pengurus kebun binatang. Kini kebun binatang itu menjadi Taman Ismail Marzuki. Sementara rumahnya menjadi RS Cikini, Jakarta.

Tahun 1875 ia berangkat lagi ke Eropa bersama istrinya dan baru kembali ke Jawa tahun 1878. Selanjutnya, ia menetap di Bogor sampai wafatnya pada 23 April 1880 siang hari, konon karena diracuni pembantu yang dituduh mencuri lukisannya. Namun dokter membuktikan, ia meninggal karena trombosis atau pembekuan darah.

Tertulis pada nisan makamnya di Bondongan, Bogor, "Raden Saleh Djoeroegambar dari Sri Padoeka Kandjeng Radja Wolanda". Kalimat di nisan itulah yang sering melahirkan banyak tafsir yang memancing perdebatan berkepanjangan tentang visi kebangsaan Raden Saleh.

Lukisan

Tokoh romantisme Delacroix dinilai mempengaruhi karya-karya berikut Raden Saleh yang jelas menampilkan keyakinan romantismenya. Saat romantisme berkembang di Eropa di awal abad 19, Raden Saleh tinggal dan berkarya di Perancis (1844 - 1851).

Ciri romantisme muncul dalam lukisan-lukisan Raden Saleh yang mengandung paradoks. Gambaran keagungan sekaligus kekejaman, cerminan harapan (religiusitas) sekaligus ketidakpastian takdir (dalam realitas). Ekspresi yang dirintis pelukis Perancis Gerricault (1791-1824) dan Delacroix ini diungkapkan dalam suasana dramatis yang mencekam, lukisan kecoklatan yang membuang warna abu-abu, dan ketegangan kritis antara hidup dan mati.

Lukisan-lukisannya yang dengan jelas menampilkan ekspresi ini adalah bukti Raden Saleh seorang romantisis. Konon, melalui karyanya ia menyindir nafsu manusia yang terus mengusik makhluk lain. Misalnya dengan berburu singa, rusa, banteng, dll. Raden Saleh terkesan tak hanya menyerap pendidikan Barat tetapi juga mencernanya untuk menyikapi realitas di hadapannya. Kesan kuat lainnya adalah Raden Saleh percaya pada idealisme kebebasan dan kemerdekaan, maka ia menentang penindasan.

Wajar bila muncul pendapat, meski menjadi pelukis kerajaan Belanda, ia tak sungkan mengkritik politik represif pemerintah Hindia Belanda. Ini diwujudkannya dalam lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro.

Lukisan "Penyerahan Diri Diponegoro" karya pelukis Belanda J.W. Pieneman.

Meski serupa dengan karya J.W. Pieneman, ia memberi interpretasi yang berbeda. Lukisan Pieneman menekankan peristiwa menyerahnya Pangeran Diponegoro yang berdiri dengan wajah letih dan dua tangan terbentang. Hamparan senjata berupa sekumpulan tombak adalah tanda kalah perang. Di latar belakang Jenderal de Kock berdiri berkacak pinggang menunjuk kereta tahanan seolah memerintahkan penahanan Diponegoro.

Berbeda dengan versi Raden Saleh, di lukisan yang selesai dibuat tahun 1857 itu pengikutnya tak membawa senjata. Keris di pinggang, ciri khas Diponegoro, pun tak ada. Ini menunjukkan, peristiwa itu terjadi di bulan Ramadhan. Maknanya, Pangeran dan pengikutnya datang dengan niat baik. Namun, perundingan gagal. Diponegoro ditangkap dengan mudah, karena Jenderal de Kock tahu musuhnya tak siap berperang di bulan Ramadhan. Di lukisan itu Pangeran Diponegoro tetap digambarkan berdiri dalam pose siaga yang tegang. Wajahnya yang bergaris keras tampak menahan marah, tangan kirinya yang mengepal menggenggam tasbih.

Lukisan "Penangkapan Diponegoro" karya Raden Saleh

Lukisan tentang peristiwa penangkapan Pangeran Diponegoro oleh Jendral De Cock pada tahun 1830 yang terjadi di Rumah Kediaman Residen Magelang. Dalam lukisan itu tampak Raden Saleh menggambarkan dirinya sendiri dengan sikap menghormat menyaksikan suasana tragis tersebut bersama-sama pengikut Pangeran Diponegoro yang lain. Jendral De Cock pun kelihatan sangat segan dan menghormat mengantarkan Pangeran Diponegoro menuju kereta yang akan membawa beliau ke tempat pembuangan.

Pada saat penangkapan itu, beliau berada di Belanda. Setelah puluhan tahun kemudian kembali ke Indonesia dan mencari informasi mengenai peristiwa tersebut dari kerabat Pangeran Diponegoro. Dari usaha dan karya tersebut, tidaklah terlalu berlebihan bila beliau mendapat predikat sebagai Pahlawan Bangsa. Akhirnya, reputasi karya yang ditunjukkan oleh prestasi artistiknya, membuat Raden Saleh dikenang dengan rasa bangga.

Dari beberapa yang masih ada, salah satunya lukisan kepala seekor singa, kini tersimpan dengan baik di Istana Mangkunegaran, Solo. Lukisan ini dulu dibeli seharga 1.500 gulden. Berapa nilainya sekarang mungkin susah-susah gampang menghitungnya. Sekadar perbandingan, salah satu lukisannya yang berukuran besar, Berburu Rusa, tahun 1996 terjual di Balai Lelang Christie's Singapura seharga Rp 5,5 miliar.










Kamis, 03 September 2009

Kartika Affandi

Di bidang seni lukis, sejak jaman berdirinya persatuan Ahli Gambar Indonesia (PERSAGI tahun 1938), kita mengenal nama Emiria Sunasa; kemudian jauh sesudah itu sekitar tahun 1960-1970 muncul nama-nama seperti: Ruliyati, Kustijah, Sriyani Hudionoto, Marjati AffandiUmi Dachlan, Kartika dan banyak lagi lainnya yang lebih muda.

Dari deretan nama-nama yang tidak banyak itu, yang sering terdengar melakukan perjalanan keluar negeri untuk keperluan pameran ataupun belajar ilmu yang berkaitan dengan seni lukis memang Kartikalah orangnya.

Kartika mulai belajar melukis sejak tahun 1958 dari ayahnya, Affandi namun dengan demikian melukis secara sungguh-sungguh baru dimulainya dengan Sapto Hudoyo di karunia 8 orang anak putra-putri. Setelah muncul kesadarannya bahwa fungsi seorang wanita itu tidak hanya untuk menjadi seorang ibu yang terus menerus melahirkan anak, namun banyak lagi yang dapat dilahirkan; seperti ilmu pengetahuan atau karya-karya kesenian dan lain sebagainya.

Ia belajar melukis pada ayahnya, maestro lukis Affandi, namun dengan demikian melukis secara sungguh-sungguh baru dimulainya dengan Sapto Hudoyo. Tahun 1957 untuk pertama kalinya pameran bersamadengan pelukis wanita di Yogyakarta, ditahun 1958 pameran bersama keliling Negara-negara sosialis.

Pada tahun 1964, ia mengikuti pameran bersama di Museum Modern of Art, Rio De Janeiro, Brazil. Di tahun 1967, membantu Affandi membuat lukisan dinding (Fresco) di East West Center University of Hawaii, USA. Di tahun 1977, ia menjadi kurator pada museum Affandi hingga sekarang,.

Tahun 1969, ia menggelar pameran tunggal pertama di Jakarta dan dilanjutkan setiap tahun berpameran dikota-kota besar di Indonesia. Tahun 1970 pameran bersama di Thailand dan negeri Belanda. Tahun 1971, berpameran di Samat Art Gallery, Kuala Lumpur, Malaysia, Malay Art Gallery, Singapura. Tahun 1972 berpameran di Palazzo delle Esposizioni, Roma. Pada tahun 1973, Mengikuti pameran di Palais de Beaux-Arts Bruselles, Belgia dan Benrahter Orangerie, Dusseldorf, Jerman. Tahun 1974, ia berkeliling Indonesia bagian Timur dan Thailand bagian Utara untuk melukis. Tahun 1975, berpameran di FIAP Gallery, Paris, Lily Bone Gallery Nancy Festival, Perancis dan National Art Gallery, Algeria. Pada tahun 1978, berpameran di Credit Central Bank, Brussel, Belgia. Di tahun 1979, berpameran di Pinakota Art Gallery, Melbourne, Australia. Tahun 1980, berpameran di Gameente Massloujs Museum Netherland, Volkenkundig Museum Geradus, Gronigen dan Westpries Museum, Netherland. Tahun 1981, berpameran di Heimat Museum, Floritzdorf, Austria. Di tahun 1982, berpameran di K. Gamming Vienna International Center, Austria dan tahun 1983 berpameran di Mistelbach Gallery, Vienna Intenational Center.

Selama pendidikan di Austria tahun 1980-1983, ia melakukan kuliah kerja, pada restorasi Fresco pada Akademi seni Rupa di Vienna, restorasi Fresco pada bangunan-bangunan bersejarah di Viena, Austria dan restorasi Fresco pada Gereja di Unter Marketlor Austria. Pada tahun 1984, ia berpameran di Roma, Italia dan pada bulan Desember 1984, ia menikah lagi dengan Gerhard Koberl dari Austria.

(Bienalle XI – Jakarta 1998, Pameran Seni Lukis Indonesia)


Penginstalan Modem di Windows XP
Langkah-langkah penginstalan modem pada Windows XP :
  • Lakukan penyalaan komputer sesuai dengan SOP yang ada.
  • Secara otomatis Windows XP akan mendeteksi adanya modem pada komputer.
  • Akan muncul dialog pada gambar berikut. Dan pilih opsi No, not this time
  • Kemudian silahkan pilih opsi Install the software automatically (Recommended). Tapi pastikan bahwa CD / Floppy Software pendukung sudah masuk pada drive.

  • Lalu komputer akan melakukan pencarian Software pendukung pada drive yang ada.Jika ditemukan maka akan muncul gambar berikut. klik tombol continue Anyway.

  • Tunggu sampai proses instalasi driver selesai. klik tombol finish


Pengaturan koneksi Internet
Setting Dial Up di Windows 98
Klik tombol start pada kiri bawah Dekstop Window anda selanjutnya pilih menu "program">"Accessories">"Communications">"Dial - Up Networking"
kemudian tampak sebuah screen dengan title" Dial- Up Networking"
klik icon "Make New Connection"

Maka akan muncul Windows seperti di bawah ini.
Untuk tahap pertama isi " Nama koneksi " dan pilih " Jenis Modem" yang telah terinstal.

Tahap selanjutnya, isi kode area dan nomor Dial ISP

Selanjutnya klik " Next"
Akan tampil sebuah screen yang menandakan berakhirnya proses, klik "Finish"

Selanjutnya adalah melakukan sedikit konfigurasi pada Dial- Up. klil kanan pada Dial - Up yang telah di buat kemudian pilih " Properties "

Pilih beberapa option yang telah tersedia :
- Enable Software compression
- TCP/ IP

Kemudian pilih option "Specify name server adresses"
Dan isi:
Primary DNS
Secondary DNS
pilih option :
"Use IP Header Compression"
"Use default gateway On Remote Networking"
Lalu, klik tombol "OK"
Ciptakan Shortcut untuk mempermudah penggunakan dengan cara klik kanan pada Dial-Up Networking lalu pilih "Create Shortcut"

Setting Dial-Up di windows XP
Klik tombol "start" pada kiri bawah dekstop Windows anda selanjutnya pilih menu "ALL Programs">"Accesories">"Communication">"New Connection Wizard"
kemudian akan tampil screen "New Connection Wizard"
Lalu klik "Next"

Pilih Option "Connect To Te Internet",dan klik "next"

Pilih "Set up my connection manually",lalu klik "next"

Pilih "Connect using a Dial-Up modem",dan klik "next"

Isikan nama ISP contohnya "Telkomnet" dan tekan "next"

Masukkan nomor Dial ISP yaitu 0809 8 9999

Lalu klik "next"
Isikan User "telkomnet@instan, password "telkom" dan konfirmasi password "telkom" pada menu "Internet Account Information", pilih "Make This Default Internet Connection dan klik "next"
Akan tampil screen "New Connection Wizard" yang menandakan berakhirnya proses "Create a New Connection", dan beri tanda cek pada "Add a shortcut to this Connection to my dekstop",untuk membuat shortcut dan klik "Finish"
Dial-Up Account anda siap digunakan

Mengoperasikan Koneksi Internet

Untuk memulai akses internet (Telkomnet instan) pada Windows 98, Langkahnya:
  1. Klik Start,Program,Accesories,Communication,Dial-Up Networking
  2. Klik 2 kali pada shortcut TELKOMNET yang telah dibuat pada pembahasan diatas.
  3. Isi Username dan password pada halaman dialog Box
  4. Terhubung ke Internet dengan klik connect,
Kemudian akan muncul status Dial ke Telkomnet Instan:
5. Status Dialing
6. Status Pervikasi username dan password
7. Status Connected yang akan muncul pada sistem Try untuk memulai akses ke internet (Telkomnet instan) pada Windows XP lkukan langkah berikut ini:
* Klik start,All Programs,Accesories,Communication,Networking Connection,Dial-Up
* Klik Dua kali pada Shortcut TELKOMNET yang telah dibuat pada pembahasan diatas
*
Isi Username dan password pada halaman dialog Box

*
Terhubung ke Internet dengan klik dial

Kemudian akan muncul status Dial ke Telkomnet Instan:

* Status Dialing

*
Status Pervikasi username dan password
* Status Connected yang akan muncul pada sistem Try

Untuk memutuskan akses ke Internet dapat dilakukan dengan klik kanan pada icon yang muncul pada sistem Try,kemudian pilih Diconnect atau klik ganda lalu pilih tombol disconnect.

Gambar. 5 Found New Hardware Wizard